Ini Penjelasan Soal Dusun Tak Berlistrik Meski Sudah Punya Tiang dan Kabel PLN

Home / Berita / Ini Penjelasan Soal Dusun Tak Berlistrik Meski Sudah Punya Tiang dan Kabel PLN
Ini Penjelasan Soal Dusun Tak Berlistrik Meski Sudah Punya Tiang dan Kabel PLN Tiang dan kabel listrik yang telah lama terpasang di Dusun Ngeluh Sari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. (FOTO: Iqbal/TIMES Indonesia)

TIMESPOSO, PROBOLINGGO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, angkat bicara soal Dusun Ngeluh Sari, Kecamatan Sukapura, kabupaten setempat, yang belum teraliri listrik. Padahal, tiang dan kabel listrik telah lama terpasang. 

"PLN minta jalan. Sudah kami bangunkan setengah di tahun 2017. Sekarang (tahun ini) dilanjutkan oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum)," kata Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Tanto Walono, Kamis (5/4/2018).

PLN beralasan, mengalirkan listrik ke jaringan yang belum ada akses jalannya, akan menyulitkan di kemudian hari. "Katanya akan sulit melakukan perbaikan bila terjadi gangguan," ujar Tanto mengenai alasan PLN.

Meski telah mengeluarkan anggaran tak sedikit untuk memasang tiang dan kabel, Pemkab Probolinggo tak bisa menolak permintaan PLN tersebut. "Sana (PLN) yang punya listrik," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejak 2013 lalu, 150 kepala keluarga (KK) di Dusun Ngeluh Sari, Desa Sapikerep, belum menikmati listrik meski sudah berdiri tiang listrik dan kabel.

Padahal warga setempat sudah membayar iuran sebesar Rp 500 ribu per-KK kepada perangkat desa. Uang  dimaksudkan agar listrik bisa segera menyala. 

PLN mengaku tak tahu menahu karena tidak dilibatkan dalam pembahasan pembangunan listrik desa itu. Disamping itu, di dusun tersebut belum memnuhi standar PLN.

Dari data PLN, kondisi ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Sukapura, melainkan juga di kecamatan lainnya.  Ada tiang dan kabel listrik, namun listrik belum menyala. 

Sebagai Kepala Disperindag, Tanto Walono menyatakan pihaknya terus berupaya membenahi masalah listrik ini. "Dulu ada 14 PR (pekerjaan rumah, Red), tapi sekarang sudah tinggal separuh," ucapnya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com